Senin, 23 Maret 2015

Biografi Abu Bakar ash-Shidiq radhiyallaahu 'anhu (1) : Nama dan Nasab beliau

Beliau adalah ‘Abdullah bin Abi Quhafah ‘Utsman bin ‘Amir bin ‘Amru bin Ka’b bin Sa’d bin Taimi bin Murrah bin Ka’b bin Lu-ay bin Ghalib bin Fihr bin Malik bin an-Nadhr bin Kinanah bin Khuzaimah bin Mudrikah bin Ilyas bin Mudhar bin Nizar bin Ma’d bin Adnan.(1)

Beliau memiliki hubungan kerabat dengan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam karena beliau memiliki jalur nasab yang sama dengan nasabnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. Nasabnya Abu Bakar radhiyallaahu ‘anhu ini bertemu dengan nasab Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pada Murrah bin Ka’b bin Lu-ay.(2)

Usia beliau kurang lebih 2 tahun lebih muda dari Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam dan selain sebagai kerabat dekat, maka Abu Bakar radhiyallaahu ‘anhu sekaligus juga adalah mertua Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam karena putri beliau yakni ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anha dinikahi oleh Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam. 




Beliau juga adalah orang yang menemani Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam saat hijrah ke Madinah, sahabat Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang paling dekat dan yang paling utama, dan sesudah wafatnya Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau-lah yang kemudian diangkat menjadi khalifah pertama bagi kaum muslimin.

Dengan demikian, maka pada diri Abu Bakar radhiyallaahu ‘anhu terkumpul 3 hubungan yang istimewa dengan Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam yang sangat sedikit sekali orang yang memilikinya, yakni sebagai kerabat, mertua, sekaligus sebagai sahabat dekat.

Adapun gelar ash-Shidiq, maka itu merupakan sebutan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk diri Abu Bakar radhiyallaahu ‘anhu, sebagaimana hal ini pernah diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallaahu ‘anhu yang mengatakan :
أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَعِدَ أُحُدًا وَأَبُو بَكْرٍ وَعُمَرُ وَعُثْمَانُ فَرَجَفَ بِهِمْ فَقَالَ اثْبُتْ أُحُدُ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ نَبِيٌّ وَصِدِّيقٌ وَشَهِيدَانِ
“Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam pernah mendaki bukti Uhud, bersama Abu Bakar, ‘Umar dan ‘Utsman. Lalu gunung Uhud itu bergetar. Maka beliau bersabda :“Tenanglah wahai Uhud, di atasmu sekarang ada seorang Nabi, seorang shidiq, dan dua orang syahid.”
(Shahih al-Bukhari 3/13 no.3675)

Apa yang Nabi shallallaahu ‘alaihi wa sallam maksud dengan “seorang Nabi” itu adalah beliau sendiri. Adapun yang beliau sebut dengan “seorang shidiq” itu adalah Abu Bakar radhiyallaahu ‘anhu. Sedangkan yang beliau katakan sebagai “dua orang syahid” itu adalah ‘Umar bin al-Khathab radhiyallaahu ‘anhu dan ‘Utsman bin ‘Affan radhiyallaahu ‘anhu.

 Semoga Allah ridha kepada beliau.



Note :
(1) Ibnu Abi Ashim rahimahullah dalam Al-Ahad wal-Matsani 1/68. Cetakan Dar Ar-Rayah, Riyadh. Tahqiq Basim Faishal Ahmad al-Jawabirah

(2) Adapun nama dan nasab Nabi Muhammad shallallaahu ‘alaihi wa sallam adalah Muhammad bin ‘Abdullah bin ‘Abdul-Muthalib bin Hasyim bin ‘Abdu Manaf bin Qusay bin Kilab bin Murrah bin Ka’b bin Lu-ay.
(Ibnu Hazm rahimahullah dalam Jawami’ as-Sirah an-Nabawiyah halaman 9 bab Nasab Rasulullah. Cetakan Darul-Kutub al-‘Ilmiyah, Beirut. Tahqiq ‘Abdul-Karim Sami al-Jundi) 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar