Jumat, 15 September 2017

Do'a dan Dzikir Sesudah Shalat (3) : "Mengucapkan Tasbih, Tahmid dan Takbir masing-masing 10 kali"

Yakni sesudah shalat itu, seseorang mengucapkan "Subhaanallooh" sebanyak 10 kali, kemudian mengucapkan "Alhamdulillaah" juga sebanyak 10 kali, dan diakhiri dengan mengucapkan "Alloohu Akbar" sebanyak 10 kali.

Hal ini sebagaimana diriwayatkan oleh imam At-Tirmidzi rahimahullah dalam Kitab Sunan-nya :
حدثنا أحمد بن منيع حدثنا إسماعيل بن علية حدثنا عطاء بن السائب عن أبيه عن عبد الله بن عمرو رضي الله عنهما قال قال
رسول الله صلى الله عليه و سلم خلتان لا يحصيهما رجل مسلم إلا دخل الجنة ألا وهما يسير ومن يعمل بهما قليل يسبح الله في دبر كل صلاة عشرا ويحمده عشرا ويكبره عشرا قال فأنا رأيت رسول الله صلى الله عليه و سلم يعقدها بيده قال فتلك خمسون ومائة باللسان وألف وخمسمائة في الميزان وإذا أخذت مضجعك تسبحه وتكبره وتحمده مائة فتلك مائة باللسان وألف في الميزان 


Telah menceritakan kepada kami Ahmad bin Mani', telah menceritakan kepada kami Isma'il bin 'Aliyah, telah menceritakan kepada kami'Atha bin As-Saib dari ayahnya dari 'Abdullah bin 'Amru radhiyallaahu 'anhuma, beliau berkata : "Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: 
"Ada dua perkara yang tidaklah seorang muslim menghitungnya (yakni mengamalkannya-pen)melainkan ia akan masuk surga. Ketahuilah bahwa kedua perkara ini adalah mudah, akan tetapi hanya sedikit orang yang mengamalkannya. Yang pertama adalah bertasbih setiap selesai selesai shalat sebanyak 10 kali, bertahmid sebanyak 10 kali, dan bertakbir sebanyak 10 kali pula."
'Abdullah bin 'Amru radhiyallaahu 'anhuma berkata : "Aku melihat Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam menghitung dengan tangan beliau."
Rasulullah shallallaahu 'alaihi wa sallam lalu bersabda : "Itulah 150 kali yang diucapkan oleh lisan, namun bernilai 1500 (kebaikan) dalam timbangan. Kemudian, perkara yang kedua adalah apabila engkau mendatangi tempat tidurmu, maka bacalah tasbih, takbir dan tahmid sebanyak 100 kali. Itulah 100 kali yang diucapkan oleh lisan, namun bernilai 1000 (kebaikan) dalam timbangan."
(Sunan At-Tirmidzi no. 3410. Imam At-Tirmidzi rahimahullah mengatakan bahwa hadits ini : "Hasan Shahih.") 

Sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam dalam hadits di atas : 
"Yang pertama adalah bertasbih setiap selesai selesai shalat sebanyak 10 kali, bertahmid sebanyak 10 kali, dan bertakbir sebanyak 10 kali pula." 

Maka, ini menunjukkan disyari'atkannya mengucapkan tasbih, tahmid dan takbir masing-masing 10 kali setiap sekali selesai mengerjakan shalat fardhu.

Syaikh Al-'Utsaimin rahimahullah mengatakan :
 يجوز أن تسبح وتحمد وتكبر عشراً عشراً، بدلاً من الثلاثة وثلاثين، فتقول: "سبحان الله" عشر مرات، و"الحمد لله" عشر مرات، و"الله أكبر" عشر مرات، فهذه ثلاثون وهذا مما جاءت به السنة 
"Dibolehkan untuk bertasbih, bertahmid dan bertakbir masing-masing 10 kali, sebagai ganti dari tasbih, tahmid dan takbir yang 33 kali. Maka hendaklah engkau ucapkan : "Subhaanallooh" sebanyak 10 kali, lalu ucapkan : "Alhamdulillaah" sebanyak 10 kali, dan mengucapkan : "Alloohu Akbar" sebanyak 10 kali pula. Sehingga, jumlahnya adalah 30, dan dzikir ini termasuk yang telah disebutkan di dalam sunnah Nabi."
(Majmu' Fatawa wa Rasa-il 13/253)

Adapun maksud sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam :
"Itulah 150 kali yang diucapkan oleh lisan.."

Yakni bahwa jumlah tasbih, tahmid dan takbir yang diucapkan masing-masing 10 kali dalam satu waktu shalat itu total jumlahnya adalah 30 kali. Sehingga, apabila ia diucapkan dalam 5 kali waktu shalat, maka jumlahnya adalah 150 kali.

Kemudian, sabda Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam selanjutnya :
"...namun bernilai 1500 (kebaikan) dalam timbangan"

Yakni bahwa 1 kebaikan yang dilakukan oleh seorang hamba itu (minimal) bernilai 10 kebaikan di sisi Allah sebagaimana hal ini banyak disebutkan dalam hadits-hadits yang shahih(1). Sehingga 150 kali ucapan dzikir dikalikan dengan 10 kebaikan, maka ia bernilai 1500 kebaikan dalam timbangan. 

Demikian, dan semoga Allah menolong kita untuk dapat mengamalkannya.
Wallaahu a'lam.



Note :
(1) Misalnya apa yang diriwayatkan oleh imam Al-Bukhari rahimahullah dalam Ash-Shahih bahwa Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda :
فَمَنْ هَمَّ بِحَسَنَةٍ فَلَمْ يَعْمَلْهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ حَسَنَةً كَامِلَةً فَإِنْ هُوَ هَمَّ بِهَا فَعَمِلَهَا كَتَبَهَا اللَّهُ لَهُ عِنْدَهُ عَشْرَ حَسَنَاتٍ إِلَى سَبْعِ مِائَةِ ضِعْفٍ إِلَى أَضْعَافٍ كَثِيرَةٍ
"Barangsiapa berniat melakukan kebaikan namun dia tidak (jadi) melakukannya, Allâh tetap menuliskanya sebagai 1 kebaikan sempurna di sisi-Nya. Jika ia berniat berbuat kebaikan kemudian mengerjakannya, maka Allâh menulisnya di sisi-Nya sebagai 10 kebaikan hingga 700 kali lipat sampai dengan kelipatan yang sangat banyak."
(Shahih al-Bukhari no.6491)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar